Beranda > Kisah Hikmah > Belajar Pada Orang Gila

Belajar Pada Orang Gila

25 September 2009

Ada seorang peneliti yang kesehariannya dihabiskan labolatorium. Melakukan banyak percobaan berdasarkan rumus-rumus yang rumit. Entah kenapa suatu hari dia keluar dari ruang kerjanya tidak seperti biasanya. Nampaknya dia ingin berjalan-jalan di lingkungan sekitar ruang kerjanya hanya ingin menghilangkan rasa jenuh dan ingin bercakap dengan orang-orang membanggakan pengetahuan yang dimilikinya. Keluarlah sang peneliti tadi dari labolatoriumnya dengan langkah yang pasti sambil bersiul-siul.

Ditengah-tengan perjalanannya menikamati udara segar , dia melihat seseorang yang sedang berdiam diri disamping kolam. Karena penasaran sang peneliti tadi mendekati orang tersebut dan kemudian menyapanya. ”Hai sedang apa kamu?”…sapa sang peneliti. Disapa seperti itu orang tersebut malah ketawa-ketawa. Bisik sang peneliti…”udah gila ini orang”. ”Ada apa?memang aku orang gila, jawabnnya sambil ketawa-ketawa.”Baru ada orang gila yang ngaku sendiri!”, kata sang peneliti. ”Hai kamu kan peneliti itu yah..?aku mau tanya,boleh gak,kita adu kecerdasan?”tanya orang gila.”Boleh,siapa takut?jawab sang peneliti. Ini kolam panjangnya 15m sementara dipinggir sana ada kodok yang loncatnya 3m satu kali loncatan. ”Pertanyaannya berapa kali loncat kodok itu untuk menyeberangi kolam itu?”kata orang gila. Ah , itu mah pertanyaan gampang,anak kecil juga bisa!karena kesehariannya sang peneliti itu memikirkan rumus-rumus maka dia pun berpikir memakai rumus matematika sederhana, menjawab dengan cepat jawabnya 5 kali. Karena 15:3=5.Mendengar jawabannya seperti itu orang gila tersebut tertawa terbahak-bahak menyaksikan kecerobohan peneliti tersebut.

Jawaban seharusnya yaitu 2 kali, sekali loncat masuk kolam kemudian berenang terus sekali lagi loncat keluar kolam . Itulah kehidupan. Tak selamanya 1 tambah 1 jadi dua, bisa tiga,empat bahkan lebih contohnya shadaqoh. Dalam menghadapai kehidupan ini kita jangan berpikir layaknya rumus-rumus yang mutlak dan terpaku. Kita harus berpikir realistis dan flekssibel dalam mennghadapi masalah dalam kehidupan. Dan darimana pun datangnya ilmu jangan melihat dari siapa yang berkata melainkan melihat dari apa yang dikatakannya jangan mentang-mentang kita orang kaya atau cerdas meremehkan orang lain.Dan masih banyak pelajaran yang bisa diambil dari certia tadi untuk kita renungkan..

Kategori:Kisah Hikmah
%d blogger menyukai ini: