Beranda > Amaliyah > Bagaimana Berwudlu Yang Benar ?

Bagaimana Berwudlu Yang Benar ?

berwudhu-199x300

Wudlu adalah bentuk taharah ( bersuci ) untuk menghilangkan hadas kecil dengan mencuci dan mengusap sebagian anggota badan berdasarkan yang dicontohkan Rasulullah Saw. Wudlu merupakan syarat awal untuk diterimannya shalat jika wudlunya tidak benar kemungkinan shalatnya pun tidak syah.

Allah Swt. Berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki….”( Q.S. Al Maidah:6 )

Adapun menurut Hadist:

“ Tidak diterima Allah shalat tanpa suci.” (HR. Muslim) dan

Sesungguhnya aku diperintahkan untuk berwudhu jika aku hendak shalat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

KEUTAMAAN WUDHU

Berwudlu tidak sekadar syarat sah shalat tetapi wudlu juga memiliki banyak keutamaan yang diantaranya

  1. Barangsiapa yang berwudhu, kemudian ia membaikkan wudhunya, keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya, hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim)
  2. Barangsiapa yang berwudhu untuk shalat lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan untuk menunaikan shalat wajib (lima waktu), kemudian ia menunaikan shalat itu bersama orang banyak atau bersama jamaah atau di masjid, Allah mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

TATA CARA BERWUDLU

1.Niat

Bagaimana cara berniat wudlu yang dicontohlkan Rasulullah . Apakah harus dilafalkan atau cukup hanya didalam hati saja. Menurut beberapa penulusuran pada beberapa riwayat-riwayat shahih ternyata niat itu tidak perlu dilafalkan tapi diteguhkan dalam hati. Sebab Rasulullah belum pernah mengucapkan niat dengan lisan dalam wudhu, shalat, bahkan tidak pula dalam ibadah-ibadah yang lain. Niat itu tempatnya dalam hati alias tidak perlu dilafalkan. Ustadz Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah, jilid I hlm. 30 meegaskan, “…niat itu murni pekerjaan hati bukan pekerjaan lisan dan melafalkan niat itu tidak disyariakn atau tidak dicontohakan oleh NAbi Saw…”

2.Membaca Basmallah

Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah di dalamnya.” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi, Abu Dawud)

3. Membasuh dua telapak tangan

“ Dari Hamran bahwa Utsman meminta air wudhu kemudian ia mencuci kedua telapak tangannya tiga kali …., kemudian dia berkata : “Aku melihat Rasulullah berwudhu seperti wudhuku ini.” (Muttafaq alaih). Membasuh kedua telapah tangan sampai pergelangan tangan dan juga disunahkan menggosok sela-sela jari-jari tangan sehingga terbasahi air dengan merata. NAbi Saw. Pernah bersabda, “Apabila kalian berwudhu, gosoklah sela-sela jari-jari tangan dan kaki kalian” ( H.R Ahmad, Tirmidzi dan Ibn Majah dari Ibn Abbas r.a)

4.Berkumur dan Menghirup Air

Caranya dengan menyatukan antara berkumur dan menghirup air secara bersamaan. Jadi saat mengambil air, masukkan sebagian air itu kedalam mulut dan sebagian lagi dihirup hidung.

5.Membasuh muka

Batas samping dari telinga ke telinga, batas bawah hingga ujung janggut. Bagi lelaki yang berejnggot lebat disunahkan menggosok sela-sela jenggotnya sehingga air bisa merata pada kulit dan bulu jenggotnya. Sementara  itu bagi orang yang berjenggot hanya sedikit tidak perlu menggoso-gosok jenggotnya. Karena denganmembasuh muka otomatis jenggotnya yang sedikit itu akan terkena air.

6.Membasuh kedua tangan hingga siku

Dari ujung jari hingga siku,  Rasulullah menganjurkan untuk menyela-nyela jari tangan.

7.Mengusap kepala

Bagaimana caranya mengusap kepala yang dicontohkan Rasulullah Saw?

Abdillah bin Zaid r.a memeragakan cara Rasulullah Saw. Mengusap kepalanya, “Sesungguhnya Nabi Saw. mengusap kepala dengan kedua telapak tangannya, beliau memulainnya dari kepala bagian depan kemudian menggerakkan kedua telapak tangannya hingga tengkuk lalu mengembalikannya ke tempat semula (kepala bagian depan)” (H.R. Bukhari dari Amr bin Yahya al Mazani yang meriwayatkan dari ayahnya). Jangan mengusap rambut tapi kepala. Untuk akhwat yang berjilbab dan tidak memungkinkan untuk membukanya karena tempat wudhunya terbuka boleh mengusap jilbabnya. Hal ini sering dilakukan Ummu Salamah (Menurut Ibnu Al-Mundzir, rujuk Al-Mughni)

8.Mengusap kedua telinga

Sebenarnya telinga adalah bagian dari kepala sabda Rasulullah Saw.,”Dua telinga itu bagian dari kepala”(H.R Ibnu Majah). Karena itu sebaiknya mengusap telinga dilakukan berbarengan dengan mengusap kepala. Maksudnya begitu selesai mengusap kepala langsung saja masukkan telunjuk ke bagian dalam telinga dan usaplah dengan ibu  jari .

9.Membasuh kedua kaki

Dari ujung jari-jari kaki hingga kedua mata kaki, dimulai dari kaki sebelah kanan lalu kaki sebelah kiri.

Wallahu’alam

Semoga Bermanfaat

Kategori:Amaliyah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: