Beranda > Kemajuan Teknologi dan Sains > Pendaratan di Bulan yang Kian Meragukan

Pendaratan di Bulan yang Kian Meragukan

Pada 20 Juli 1969, empat puluh tahun yang lalu, untuk pertama kalinya seorang manusia berhasil mendarat di Bulan. Dialah Niel Armstrong, astronot asal Amerika Serikat. Pendaratan itu dicatat dalam sejarah sebagai salah satu pencapaian paling besar umat manusia. Badan Penerbangan dan Antariksa AS(National Aeronautics and Space Administraion:NASA) menggelar berbagai acara untuk memeriahkan peringatan Apollo 11 ke bulan itu. Salah satunya adalah rekaman video manusia pertama berjalan di Bulan,terdiri atas lima belas adegan momentum penting yang dilakuakan tiga astronot : Neil Armstrong, Edwin “Buzz” Aldrin, dan Michael Collins.

Akan tetapi, perayaan pencapaian ilmu pengetahuan berlevel tinggi itu dibayang-bayangi oleh semakin banyaknya warga AS yag tidak percaya bahwa NASA pernah mendarat di Bulan. Berdasarkan jajak pendapat Time pada tahun 1995 dan Gallup pada tahun 1999 hanya 6% warga Amerika yag mempercayai bahwa dua belas astronot telah berjalan di Bulan. Bahkan, sejumlah artikel yang menuding pendaratan di Bulan itu tidak pernah ada dan hanya merupakan kebohongan besar mulai menyeruak, diantaranya artikel berjudul Kontroversi Pendaratan di Bulan dan The Great Moon Hoax(Kebohongan Bulan yang Hebat)


Awal Keraguan

Keraguan tentang kebenaran pendaratan itu mulai kencang berembus setelah penyiaran program televisi berjudul Conspiracy Theory: Did We Land on tha Moon?(Teori Konspirasi:Apakah kita Sungguh Mendarat di Bulan?). Program itu ditayangkan stasiun Fox pada 15Februari 2001 dan disiarkan kembali oleh Star World Philipines pasa 2005. Program yang dipandu Mitch Pileggi, seorang aktor dalam film X-Files, menyatakan bahwa NASA telah memalsukan seluruh projek Apollo ke Bulan dengan membuat filmnya di studio. Program tersebut menyertakan bukti-bukti bahwa NASA telah memanipulasi berita pendaratan di Bulan. Dalam tayangan itu disebutkan, teknologi yang dimiliki NASA pada tahun 1960-an  belum mampu mewujudkan misi pendaratan di Bulan yang sesungguhnya. Menurut acara TV Fox di atas, NASA menjadi produser film yang bloon 30 tahun sebelumnya (dari saat acara tersebut ditayangkan tahun 2001). Sebagai contoh, pakar dalam acara Conspiracy Theory menunjuk bahwa dalam foto astronot yang dikirim dari Bulan tidak menampakkan bintang-bintang di langit Bulan yang gelap. Apa yang terjadi? Apakah pembuat film NASA lupa menyalakan konstelasi bintang?

NASA menyebutkan, perkara itu sudah dijawab oleh fotografer bahwa memang sulit untuk memotret satu obyek yang sangat terang dan satu obyek lain yang sangat redup di lembar film yang sama karena memang emulsi film pada umumnya tidak punya cukup ”rentang dinamik” untuk mengakomodasi obyek yang sangat berbeda tingkat terangnya. Astronot dengan pakaian angkasanya jadi obyek yang terang, dan kamera yang diset untuk memotret mereka akan membuat bintang-bintang latar belakang terlalu lemah untuk dilihat.

Lainnya yang dipersoalkan adalah foto astronot yang menancapkan bendera di permukaan Bulan, mengapa benderanya seperti berkibar bergelombang? Mengapa bisa terjadi demikian, padahal tidak ada angin di Bulan? Dijelaskan, tidak semua bendera yang berkibar membutuhkan angin. Itu karena astronot—ketika menanam tiang bendera—memutar-mutarnya agar menancap lebih dalam. Itu membuat bendera berkibar.

NASA dalam kaitan tuduhan rekayasa pendaratan Bulan ini mempersilakan siapa pun yang tetap meragukan pendaratan di Bulan untuk mengakses situs-situs BadAstronomy.com dan Moon Hoax, yang merupakan situs independen, tidak disponsori NASA. Astronom Martin Hendry dari Universitas Glasgow dalam edisi khusus ”40 Tahun Pendaratan di Bulan” Knowledge yang diterbitkan BBC juga menguraikan lagi tangkisan terhadap Teori Konspirasi. “Pendaratan itu sengaja dipublikasikan karena AS tak ingin kalah dalam persaingan ruang angkasa terkait situasi Perang Dingin. Sejumlah pihak menyatakan foto-foto yang dipublikasikan berasal dari studio foto.

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: