Beranda > Berita > Membongkar Gurita Cikeas

Membongkar Gurita Cikeas

Presiden SBY di Zolimi lagi, Prihatin Terbitnya Buku Karangan George Junus

Presiden Prihatin Terbitnya Buku Karangan George Junus

TEMPO Interaktif, Jakarta -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin terbitnya sebuah buku karangan peneliti George Junus Aditjondro yang berjudul “Membongkar Gurita Cikeas : Dibalik Skandal Bank Century”.

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Galang Press Yogyakarta itu pada salah satu bab menyebutkan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya dalam kasus Century. Yayasan-yayasan yang bernaung dibawah keluarga Cikeas pun disorot sebagai motor untuk mendulang dana dan dukungan politik.

Buku ini telah mendatangkan kontroversi di tengah masayarakat, khususnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam buku ini. Bahkan isu penarikan buku-buku ini dari toko buku sudah berhembus sejak pertama kali buku ini diluncurkan ke pasaran.

Pro kontra terhadap buku ini semakin mencuat saat Presiden RI SBY ikut bereaksi, lantaran substansi buku memuat data sekunder dari laman-laman website tentang dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta keluarganya dalam kasus Century. “Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana,” terang George dalam bukunya.

Istana membantah apa yang diungkapkan dalam buku itu. “Presiden prihatin, banyak yang diungkapkan disitu bukan fakta dan kebenaran,” kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha saat dihubungi, Jumat (25/11).

Misalnya, sebut Julian, dalam buku tersebut diungkap peranan Majelis Dzikir SBY, Nusussalam sebagai penggalang dukungan dana dan suara bagi pasangan SBY-Boediono dalam pemilihan presiden lalu. Hal itu menurutnya tidak benar karena Majelis Dzikir merupakan lembaga sosial yang bersifat nirlaba.

Selain Majelis Dzikir, George juga menyebutkan tiga yayasan yang lainya yang berafiliasi dengan Cikeas, yakni Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian, Yayasan Puri Cikeas dan Yayasan Mutu Manikam. Yayasan tersebut diduga menjadi penggalang dukungan finansial dan dukungan suara bagi pemenangan Partai Demokrat dan SBY dalam Pemilu.

Meski prihatin, hingga saat ini, presiden belum bersikap. “Beliau (presiden) sedang membacanya,” katanya. Namun presiden menyayangkan rumor seperti itu. “Hal itu bisa menggangu kepercayaan publik terhadap pemerintahan.”

Pihak Istana Presiden mengaku baru menerima buku tersebut. “Kita akan pelajari sumber dan keotentikan data serta medotologi yang digunakan,” ujar Julian.
http://www.tempointeraktif.com/hg/po…215644,id.html

Sumber: http://www.kaskus.us

  1. 2 Januari 2010 pukul 16:10

    istilah baru, dulu ada cicak, buaya, godzilla, sekarang gurita ntar besok apa lagi ya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: